Dalam 5 Tahun terakhir wisatawan di Indonesia meroket drastis

Saat ini wisatawan di indonesia mencatat rekor baru dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 12.66 juta kunjungan sepanjang tahun 2024. Angka ini terus meningkat di bandingkan tahun lalu dan menjadi capaian tertinggi dalam 5 Tahun terakhir. Menurut laporan terbaru badan pusat statistik (BPS).

Faktor yang mendukung lonjakan wisatawan

Lonjakan wisatawan ini tidak terjadi begitu saja melainkan strategi dan kebijakan pemerintah yang sangat berkontribusi terhadap kenaikan jumlah wisatawan yang datang berkunjung di indonesia.

Sebagaimana yang di katakan Kementrian pariwisata (Kemenpar). Ni made ayu marthini. Saat ini pemerintah telah menjalankan beberapa inisiatif pemasaran termasuk:

  • Saat ini indonesia berpartisipasi dalam ajang internasional. Seperti world travel (WTM) london 2024 dan promosi di beberapa negara asia tenggara lainnya.
  • Kolaborasi pemasaran digital melalui kampanye Wonderful indonesia, Familiarization trip, Serta promosi cross border tourism di Batam.
  • Kerja sama dengan industri dan mitra co-branding. Termasuk di indonesia aja travel fair dan promosi wisata desa.

Melonjaknya wisawatan lokal

Bukan hanya wisawatan mancanegara, Jumlah travel wisatawan lokal juga melonjak drastis.

Dari awal tahun 2024 hingga akhir tahun pergerakan wisatawan lokal mencapai 920 juta perjalanan dan data tersebut naik 22.81% di banding tahun-tahun sebelumnya. Dan ini membuktikan bahwa wisawatawan domestik tetap selalu menjadi pendorong utama sektor parawisata nasional.

Ada beberapa program yang di tunjuk untuk wisatawan domestik melibatkan berbagai inisiatif, Seperti beti dewi (Bedah ekosistem desa wisata), Senandung dewi (Festival desa wisata), Serta paket wisata 3B (Banyuwangi, Bali barat, Dan bali utara).

Baca juga: Smart Travel Protocol Strategi Cerdas Liburan ke Singapura untuk Traveler Modern

Kuta mandalika catatkan 573 ribu kunjungan.

Hingga pertengahan 2025 mandalika di nusa tenggara barat (NTB) atau kawasan ekonomi khusus (KEK) mencatatkan 573 kunjungan wisatawan. Data ini di ambil menurut injourney tourism development corporation (ITDC).

Selaku direktur utama ITDC. Ari respati, Menyebutkan bahwa pencapaian ini menandakan pertubuhan positif di tengah fase pengembangan destinasi tersebut. Beberapa hotel di daerah mandalika juga menunjukan kenaikan kinerja yang signifikan yaitu rata-rata mencatatkan okupansi sekitar 82.31% dalam perioede yang sama.

 

Smart Travel Protocol Strategi Cerdas Liburan ke Singapura untuk Traveler Modern

Singapura dikenal sebagai destinasi wisata urban yang rapi, efisien, dan futuristik. Tapi di balik kesan “kota mahal” dan “serba cepat”, liburan ke Negeri Singa bisa sangat menyenangkan asalkan kamu tahu cara menavigasinya dengan tepat. Yuk, kita bahas tips traveling ke Singapura dari sudut pandang teknis dan strategis, agar pengalamanmu optimal dari sisi anggaran, mobilitas, hingga itinerary.

🛂 1. Persiapan Dokumen dan Entry Clearance

Pertama-tama, pastikan kamu memenuhi semua syarat imigrasi. Warga negara Indonesia tidak memerlukan visa untuk masuk Singapura untuk kunjungan di bawah 30 hari. Namun kamu tetap perlu:

  • Paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan

  • Tiket pulang-pergi

  • Bukti reservasi hotel

  • Saldo finansial memadai (jika diminta di imigrasi)

Mulai 2024, Singapura mewajibkan pengisian SG Arrival Card secara digital maksimal 72 jam sebelum keberangkatan. Ini semacam pre-clearance form yang memuat informasi data diri, kesehatan, dan alamat penginapan. Pengisian form ini gratis dan bisa dilakukan via website resmi atau aplikasi.

💳 2. E-Money & Sim Card: Persenjataan Digital

Begitu mendarat, segera aktifkan e-wallet seperti EZ-Link atau NETS FlashPay, yang bisa kamu pakai di MRT, bus, vending machine, dan beberapa merchant. Kamu bisa membelinya di Changi Airport atau stasiun MRT utama. Alternatif modern lainnya adalah menggunakan SingapoRediscovers Vouchers melalui aplikasi seperti GrabPay dan ShopeePay yang kompatibel.

Jangan lupa beli SIM Card lokal (Singtel, StarHub, M1) atau gunakan eSIM jika ponselmu mendukung. Pilih paket dengan kuota besar karena sebagian besar aplikasi transportasi dan atraksi terintegrasi secara online.

🚇 3. Navigasi Kota: Transportasi Publik Berbasis MRT Grid

Singapura punya sistem transportasi publik paling efisien di Asia Tenggara. Rencanakan perjalanan kamu dengan MRT Grid System, yaitu pemetaan berdasarkan jalur warna seperti North-South Line (merah), East-West Line (hijau), dan Downtown Line (biru).

Gunakan aplikasi MyTransport.SG atau Citymapper untuk mengetahui jadwal MRT real-time dan interkoneksi dengan bus. Selain itu, gunakan mode tap-in tap-out dengan e-wallet atau kartu turis agar lebih cepat saat masuk dan keluar stasiun.

Untuk tempat-tempat terpencil seperti Pulau Ubin atau Southern Ridges, kamu bisa kombinasikan MRT dengan Last-Mile Transport seperti GrabCar atau sewa sepeda.

🎟️ 4. Tiket & Atraksi: Gunakan Sistem Reservasi Online

Banyak atraksi populer seperti Gardens by the Bay, Universal Studios, dan ArtScience Museum kini menggunakan sistem QR Code e-Ticketing. Beli tiket lewat platform resmi atau agen terpercaya seperti Klook atau Traveloka agar bisa menikmati harga diskon dan bundling package.

Gunakan priority lane access jika tersedia, terutama saat peak season. Untuk tempat gratis seperti Merlion Park atau Henderson Waves, cukup gunakan GPS tagging via Google Maps agar tidak nyasar.

BACA JUGA:
Travel Smart ke Malaysia Panduan Efisien dan Strategis untuk Pelancong Modern

🍜 5. Kuliner & Etika Makan: Hawker Centre sebagai Culinary Hub

Kalau ingin hemat tapi tetap puas, kunjungi hawker centre seperti Maxwell Food Centre atau Lau Pa Sat. Ini adalah tempat makan bersertifikasi NEA (National Environment Agency) yang menjamin higienitas makanan jalanan.

Beberapa tips teknis:

  • Gunakan sistem self-service tray return

  • Cari stiker “Michelin Plate” untuk rekomendasi terbaik

  • Cek aplikasi Chope atau Burpple untuk reservasi dan review

Jangan lupa: di Singapura, makan sambil berdiri di area publik atau membawa durian ke transportasi umum dilarang!

Dengan Liburan ke Singapura mengikuti protokol cerdas mulai dari entry clearance hingga taktik mobilitas, liburan ke Singapura bisa terasa seamless dan efisien. Yang terpenting: pahami aturan lokal, manfaatkan teknologi, dan susun itinerary berbasis zona agar tidak bolak-balik. Jadi, siap menjalankan smart travel protocol dan menjelajah Singapura seperti seorang pro?